Tips Jitu Cegah Anak Suka Jajan

Tak jarang si balita cuma “lapar mata”. Ia memanggil dan memesan makanan, tapi setelah dibeli tak dimakan. Mubazir, kan? Apalagi perilaku makan di usia ini masih berubah-ubah. Kalaupun dimakan, orangtua juga perlu hati-hati, apakah jajanan tersebut sehat dan tidak berbahaya. Ingat, hanya sedikit jajanan yang sehat dan bergizi. Bila kebiasaan jajan tumbuh, dikhawatirkan pola makan anak pun menjadi tidak sehat, sehingga dapat mengancam pertumbuhan dan kesehatannya.

Masalah lainnya, kemampuan berpikir anak balita masih sederhana, sehingga ia belum mengerti soal nilai dan fungsi uang. Meskipun ketika membeli sesuatu ia menyodorkan uang, ia belum paham dengan nilai uang, apa yang disebut seribu, dua ribu, atau lainnya. Yang ia mengerti, kalau membeli sesuatu harus membayarkan uang pada si pedagang. Bila anak jajan berlebihan, dikhawatirkan dapat menumbuhkan sikap konsumtif dan boros. Nah, agar perilaku si kecil ini dapat bermanfaat dan tidak menjadi kebiasaan, serta orangtua pun bisa memastikan jajanan yang dibelinya sehat.

Tips Jitu Cegah Anak Suka Jajan
Tips Jitu Cegah Anak Suka Jajan


ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

A.  Dampingi dan pandu anak saat membeli makanan, ajarkan cara berkomunikasi yang baik dengan pedagang.

B. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti si balita, bukan  berarti setiap pedagang yang lewat harus dipanggil. Beri contoh, ibu memanggil penjual perabotan yang lewat rumah karena hendak membeli sapu. Sapu digunakan untuk membersihkan lantai rumah, dan sebagainya.

C. Orangtua memberi contoh yang baik. Buatlah penganan atau kue-kue untuk si kecil, daripada jajan dari pedagang yang lewat yang belum jelas kebersihan dan kandungan gizinya. Jika orangtua tak suka jajan, otomatis anak pun akan meniru. Asal tahu saja, kebiasaan jajan dapat mengurangi nafsu makan anak. Itulah mengapa, di usia dini ini sebaiknya orangtua menerapkan kebiasaan makan yang baik dengan memberikan makanan yang bersih dan menyehatkan. Kalaupun mau jajan, lakukan hanya sesekali. Kebiasaan makan cenderung diikuti anak sampai ia besar.

D.Bersikap konsisten. Tak hanya orangtua yang konsisten tidak boleh jajan sembarangan dengan memanggil setiap pedagang yang lewat rumah, akan tetapi juga semua orang yang tinggal serumah, entah itu kakek, nenek, bahkan pengasuh harus diberi tahu bahwa aturan ini bersifat menyeluruh. Memang, terkadang kakek atau nenek merasa tak tega melihat cucunya sampai menangis, bahkan berguling-guling saking ingin membeli sesuatu. Akan tetapi kalau keinginannya itu dikabulkan, ia akan belajar bahwa agar keinginannya dikabulkan ia harus menangis berguling-guling dulu.

E. Jelaskan pada anak, ada saatnya ia boleh membeli sesuatu, misalnya ketika jalan-jalan ke toko mainan. Itu pun orangtua sebaiknya memberikan alternatif pilihan 2 atau 3 jenis mainan dan biarkan ia memilih apa yang ia mau dari kedua atau ketiga jenis pilihan yang ditawarkan itu. Jangan pernah membebaskan anak memilih apa pun yang ada di toko, karena bisa-bisa pilihannya adalah mainan yang harganya melebihi bujet atau kemahalan.

Memang, awalnya mungkin agak sulit untuk menghilangkan kebiasaan si balita memanggil pedagang dan jajan. Akan tetapi seiring waktu dan konsistensi kita menerapkan aturan jajan, niscaya keinginan memanggil tukang jualan ini pun akan menghilang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenaskan !!! Begitu Bangun Tidur, Suami Meninggal Dan Tangan Istri Harus Diamputasi, Hanya Karena Hal Sepele Ini…

Banyak Tikus Dan Kecoa Di Rumah?? Jangan Khawatir Coba Bahan Alami Ini Untuk Membasmi Hewan Hewan Tersebut...

Cek Hamil Atau Tidak? Sekarang Tak Pakai Test Pack Bisa,Coba Pakai Pasta Gigi deh.. Pasta Gigi Bisa Menjawab Positif Dan Negatif Kandunganmu. Begini Caranya